1. KUTAI TIMUR
  2. PARIWISATA

Lihat pesta adat lom plai di Wahau, Wabup disambut meriah

“Tarian hudoq menjadi salah satu daya tarik. Nanti kita agendakan untuk masuk jadi agenda wisata nasional,” kata kasmidi.

Wabup Kasmidi dan istri Ny Tirah Satriani serta rombongan disambut upacara adat di lapangan sepak bola, sebelum tarian hudoq dimulai yang merupakan rangkaian pesta ada lom plai. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Sabtu, 08 April 2017 18:08

Merdeka.com, Kutai Timur - Sejak pagi tadi, sekitar pukul 05.00 Wita, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang dan rombongan meluncur ke Muara Wahau. Salah satu tujuannya adalah, melakukan kunjungan kerja sekaligus mempromosikan pesta adat Lomplai dan hutan Lindung Wehea menjadi salah satu tujuan wisata Kutim ke depan.

Kunjungan kerja kali ini dinakaman ‘ekspedisi II Wehea’ lantaran tujuan utamakan mengeksplor hutan lindung tersebut menjadi salah satu tujuan wisata Kutai Timur ke depan. Sehari sebelum berangkat, Wapub menggelar rapat persiapan dengan melibatkan banyak pihak, agar di lokasi tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Setiba di desa Nehes Liah Bing, Wabup Kasmidi dan istri Ny Tirah Satrianu serta rombongan disambut meriah. Di desa tersebut, wabup menyempatkan melihat lomba perahu hias dan kemudian disambut adat sebelum tariah hudoq di mulai yang dipusatkan di lapangan sepak bola.

Ekspedisi yang direncanakan selama dua hari hingga Sabtu (9/4/2017) besok, melibatkan ratusan orang. Baik panitia maupun peserta. Kali ini, digelar juga lomba foto yang pesertanya dari berbagai kalangan dan luar Kutim, bahkan ada yang dari luar Kaltim.

Hari pertama mengujungi pesta adat Lom Plai di desa Nehas Liah Bing, kecamatan Muara Wahau. Wabup dan rombongan tiba di desa itu sekitar pukul 09.00 Wita, disambut Camat Muara Wahau Irang Ajang dan Ketua Ada Wehea Ledjie Taq.
 
Di desa itu, ada beberapa agenda. Antara lain meliputi lomba perahu hias di Sungai Wehea dilanjutkan perayaan adat lainnya. Kemudian ads belimbur dan tarian sakral di lapangan sepak bola setempat dengan melibatkan puluhan penari hudoq.

“Tarian ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Nanti kita agendakan untuk masuk jadi agenda wisata nasional,” kata Wakil Bupati kasmidi Bulang.

Usai melihat tarian hudoq, Wabup dan rombongan langsung menuju ke hutan lindung Wehea. Dijadwalkan sampai lokasi sekitar pukul 20.00 Wita, lantaran medan yang dilalui relatif rawan, meski hanya beberapa titik, namun peserta diminta ekstra hati-hati.

Setiba di base camp panitia menggelar acara pemaparan dan diskusi materi jalur ekspedisi pemanfaatan Hutan Wehea sebagai objek wisata berkelas dunia. Di hari kedua, bersiap menjelajah aneka flora dan fauna di Huta Wehea sekaligus hunting foto peserta berburu momen terbaik. Pada hari kedua, bersiap menjelajah aneka flora dan fauna di Hutan Wehea, sekaligus hunting foto peserta berburu momen terbaik.

"Jadi perlengkapannya akan kita siapkan, seperti makanan dan perlengkapan kemah atau alat-alat kebutuhannya lainnya. Kegiatan ini juga dikhususkan pengambilan gambar detail mulai foto dan video sebagai keperluan bahan  informasi dan publikasi wehea,” tegasnya.

(AJ/AJ)
  1. Zona Turis
  2. Wisata
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA