1. KUTAI TIMUR
  2. KOMUNITAS

Pokja PKK peroleh Rp 200 juta, diminta sukseskan Gerbang Desa Madu

“Program ini harus kita sukseskan, supaya masyarakat desa mandiri serta kesejahteraannya terus meningkat,” kata Firgasih.

Pengurus PKK Kutim saat berdiskusi pada acara rapat pengurus di pendopo rumah jabatan bupati, kawasan Bukit Pelangi. ©2017 Merdeka.com Reporter : Ardian Jonathan | Rabu, 08 Februari 2017 09:24

Merdeka.com, Kutai Timur - Keseriusan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kutim memberdayakan pengurus dana anggotanya patut diacungi jempol. Pasalnya, untuk mendukung program kerja organisasi ini, setiap kelompok kerja (pokja) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 200 juta.

Hal itu terungkap dalam rapat seluruh pengurus TP PKK Kutim di pendopo rumah jabatan bupati, kawasan Bukit Pelangi belum lama ini. Pertemuan itu dipimpin langsung Ketua PKK Hj Encek UR Firgasih serta dihadiri pengurus lainnya.

Pada pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD Kutim ini meminta kepada seluruh pokja untuk melaksanakan program kerja yang dipadukan dengan program pemerintah yang memiliki moto Gerbang Desa Madu (Gerakan Pembangunan Desa Mandiri dan Terpadu). “Program ini harus kita sukseskan bersama, sehingga masyarakat desa benar-benar mandiri dalam bekerja serta kesejahteraannya terus meningkat,” kata Encek Firgasih yang juga sebagai bunda PAUD Kutim.

Pihaknya berharap, para kaum hawa yang berada di desa maupun kecamatan, benar-benar diberdayakan dan memiliki keterampilan, sehingga kesejahteraan keluarga semakin membaik. Dengan demikian perekonomian keluarga juga akan meningkat.

Selanjutnya terkait perombakan kepengurusan, isteri Bupati Kutim ini mengaku masih melibatkan unsur pengurus lama. Diharapkan dengan terbentuknya unsur kepengurusan TP PKK nantinya para kader dapat lebih kreatif, berinovasi dan menguasai serta memahami tugas tanggung jawabnya. Tercipta harmonisasi serta sinkronisasi pada masing-masing tupoksi. Terus menggalang kebersamaan, kekompakan dan yang terpenting jalinan silaturahmi dapat tetap terajut secara berkelanjutan.

Susunan kepengurusan terdiri dari kader-kader pilihan yang memang dianggap terampil dan menguasai bidang atau seksi sesuai tupoksinya masing-masing. Yakni kader yang pernah juara di berbagai kegiatan, baik di tingkat Provinsi Kaltim maupun nasional. Hal itu dilakukan demi peningkatan dan prestasi kinerja masing-masing kader PKK. Dia menyebut ada tiga perilaku kinerja dalam bekerja, pertama mampu dan mau bekerja tanpa diperintah, kedua tidak mampu tapi ada kemauan walau demikian hal tersebut dapat didukung dengan arahan sebagai proses.

“Nah yang ketiga harus kita hindari. Yakni, jenis orang mampu tapi tidak mau bekerja. Biasanya dalam bekerja menunggu perintah, seolah-olah paling pintar dan paling bisa sendiri,” ungkap Firga, panggilan akrab wakil ketua DPRD Kutim ini.

Dari ketiga point tersebut Firga memutuskan memilih yang pertama dan kedua. Yakni mampu dan mau serta tipe pekerja mau tapi tidak mampu.
Disela-sela rapat kerja TP PKK, berlangsung pula diskusi dan dialog serta penyerahan pelaporan pertanggung jawaban program kerja. Baik yang telah terlaksana maupun yang akan dilaksanakan. Tak lupa Ketua TP PKK Kutim mengintruksikan kepada para kadernya agar segera bekerja.

“Anggaran sudah saya perjuangkan, sekarang tiba saatnya untuk bekerja, bekerja dan bekerja secara fokus juga tuntas,” tutup Firga sekaligus menyemangati kembali para kadernya.

(AJ/AJ)
  1. Info Kutai Timur
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA